Manfaat
Membaca untuk Meningkatkan Kretifitas Menulis
Latar Belakang. Pada era globalisalisasi seperti
sekarang ini, manusia dituntut untuk dapat
mengikuti perkembangan zaman. Hal itu sangat penting karena apabila kita
tidak mengikuti perkembangan zaman, maka manusia tidak akan bergerak ke arah
yang lebih maju. Salah satu cara untuk mengikuti perkembangan zaman adalah
dengan membaca. Membaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita, serta
membuka mata kita terhadap dunia luar.
Seperti yang telah kita ketahui, kita
dapat membaca karena adanya buku-buku yang ditulis oleh orang lain. Dengan
adanya tulisan dari orang lain, maka kita dapat menambah pengetahuan kita
melalui bacaan-bacaan. Dengan itu, maka keterampilan menulis merupakan sesuatu
yang penting. Ada banyak hal yang dapat meningkatkan kreatifitas menulis,
seperti dengan terus berlatih menulis dan memperkaya wawasan. Artikel singkat
ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakah membaca dapat meningkatkan
kreatifitas menulis manusia.
Pengertian Membaca
Pengertian Membaca menurut KBBI.
Membaca
adalah melihat serta memahami dari apa yang tertulis dengan lisan atau dalam
hati (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2008).
Pengertian Membaca menurut Para Tokoh.
Menurut Penulis Antoni Lutfi Arifin. Membaca adalah salah satu cara agar
manusia dapat menjelajahi ilmu pengetahuan tentang dunia (Arifin, 2013).
Menurut Penulis Ismail Kumaryadi. Membaca adalah keterampilan yang
kompleks, rumit, serta mencakup dan melibatkan serangkaian keterampilan-keterampilan
yang lebih kecil (Kumaryadi, 2008).
Manfaat Membaca. Membaca setidaknya dapatt bermanfaat
untuk tiga hal, yaitu: (a) Untuk mengurangi beban pikiran, menurut penelitian
yang dialakukan di Universitas Sussex, membaca adalah cara terbaik untuk
mengurangi stress; (b) Untuk menambah informasi pengetahuan dan wawasan, pada
tingkat sekolah dasar, membaca sangat membantu pertumbuhan bahasa anak; dan (c)
Meningkatkan cara berpikir analitis (Arifin, 2013).
Pengertian Menulis
Pengertian Menulis menurut KBBI. Menulis adalah membuat huruf (angka dsb) dengan pena,
pensil, kapur, dsb (KBBI, 2008).
Pengertian Menulis menurut Para Tokoh.
Menurut Triemer dikutip dalam Arifin
(2013). Menulis
adalah “kesempatan” yang memungkinkan penulis mengekspresikan diri,
menyampaikan ide, dan menanggapi pendapat orang lain.
Cara yang Dapat dilakukan untuk Meningkatkan
Kreatifitas Menulis. Menurut
Hernowo, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
kreatifitas menulis, yaitu (a) Menulis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman
yang di alami, (b) Ketika menulis, jangan terlalu memikirkan masalah tata
bahasa, ejaan atau struktur kalimat, (c) Tuliskan apapun yang anda ingin tulis,
dan (d) Bebaskanlah diri anda, serta menuliskan mengenai emosi dan pikiran
terdalam (Herwono, 2004).
Manfaat Membaca untuk Meningkatkan
Kreatifitas Menulis. Membaca
dapat memberikan berbagai manfaat untuk meningkatkan kreatifitas penulisan.
Dengan membaca, kita dapat memiliki berbagai ide atau topik yang akan ditulis.
Karena, membaca membuka pikiran kita terhadap dunia luar, sehingga imajinasi
dan pikiran kita akan lebih terbuka dengan membaca. Selain itu, membaca dapat
melengkapi perbendaharaan kata kita, tentunya dengan perbendaharaan kata yang
lebih banyak, kita akan lebih mudah membuat sebuah tulisan.
Simpulan
Membaca dapat menambah pengetahuan yang
akhirnya membuat manusia bergerak ke arah yang lebih maju. Buku-buku yang
selama ini dipakai untuk menjadi sumber pengetahuan kita selama ini berasal
dari tulisan. Tanpa tulisan, kita tidak dapat menikmati buku-buku, oleh karena
itu, kemampuan menulis dan membaca memiliki korelasi yang tidak dapat
dipisahkan. Untuk memiliki kreatifitas menulis yang baik, dibutuhkan
pengetahuan yang cukup, hal itu dapat dimiliki dengan membaca buku. Selain itu,
membaca buku dapat memperbanyak perbendaharaan kata kita. Oleh karena itu,
membaca merupakan hal yang baik dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas
menulis.
Daftar Pustaka
Arifin, A. L.
(2013). Be a reader: Mendulang aksara,
meraih makna (hal 2-3). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arifin, A. L.
(2013). Be a writer: Orang sibuk juga
bisa nulis. (hal 13-14). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Herwono.
(2004). Quantum writing: Cara cepat dan
bermanfaat untuk merangsang munculnya potensi menulis (hal 31-42). Bandung: Mizan Media Utama.
Kusmayadi, I.
(2008). Think smart bahasa Indonesia.
Jakarta: Grafindo Media Pratama.
Tim Pustaka
Phoenix. (2009). Kamus besar bahasa
Indonesia (edisi 5). Jakarta: Media Pustaka Phoenix.