Sabtu, 27 September 2014

[TUGAS HARIAN] 25 September 2014 : Filsafat manusia

Apa itu filsafat?
  •  Filsafat : philein (mencintai); sophia (kebijaksanaan)
  • Filsafat sebagai perenungan dicirikan oleh:
o   Mengkaji segala hal secara kritis
o   Menggunakan metode dialektis
o   Berusaha mencapai realitas terdalam (arkhe)
o   Bertujuan menangkap tujuan ideal realitas
o   Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia
·         Filsafat sebagai hasil perenungan, kritik
·         Filsafat sebagai ilmu yang berusaha mencari kebenaran secara metodik, sistematis, rasional, runtut, radikal dan bertanggungjawab
Filsafat manusia
·         Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia
·         filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Metode filsafat manusia
·         Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya
·         Objek filasafat manusia
·         Objek material: manusia
·         Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental
·         Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan.
Menurut Max Scheler dan Heidegger
Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya
Dari mana datangnya pertanyaan mengenai manusia?
  • Kekaguman
  • Ketakjuban
  •  Frustrasi
  • Delusi
  • Pengalaman negatif

Jumat, 26 September 2014

[TUGAS HARIAN] 22 dan 23 September 2014 : Etika dan moral



Penegertian Etika


  • Secara etimologis, etika berasal dari kata Yunanià Ethos: watak.
  • Sedangkan moral berasal dari kata Latin: Mos (tunggal), moris (jamak) artinya kebiasaan.
  •  filsafat moral (moral philosophy)
  •  Etika : refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok
  •  Etika adalah sikap kritis setiap pribadi dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas itu. Etika tidak bermaksud untuk membuat orang bertindak sesuai dengan moralitas begitu saja

Etika dibedakan menjadi 2 :

  •  Etika perangai : Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu, pada waktu tertentu pula.
    • Contoh: berbusana adat, pergaulan muda-mudi, perkawinan semenda, upacara adat.
  •  Etika moral : Berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral.
    • Contoh: berkata dan berbuat jujur, menghargai hak orang lain, menghormati orang tua atau guru, membela kebenaran dan keadilan, menyantuni anak yatim-piatu

Etika berdasarkan kajian ilmu :

  •  Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
  •  Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.

Arti etika :

  • Etika sebagai ilmu
    • Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral
  • Etika sebagai kode etik
    • Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  • Etika sebagai sistem nilai
    • Nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.

Objek formal dan material etika :

  • Objek material : suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran
  • Objek material etika : tingkah laku atau perbuatan manusia
  •  Objek formal : cara memandang atau meninjau terhadap objek materialnya
  • Objek formal etika : kebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.

Tujuan mempelajari etika:
·         Untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia


Etika berdasarkan jenisnya

  •    Etika Deskriptif : melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas.

Misalnya: adat kebiasaan, anggapan-anggapan tentang baik dan buruk, tindakan-tindakan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.
o   Sejarah kesusilaan :Bagian ini timbul bila orang menerapkan metode historis dalam etika deskriptif.
Yang diselidiki adalah: pendirian-pendirian mengenai baik-buruk yang manakah, norma-norma kesusilaan yang manakah yang pernah berlaku, dan cita-cita kesusilaan yang manakah yang dianut oleh bangsa-bangsa tertentu
o   Etika fenomenologi : tidak memasang sendiri norma-norma, tidak pun menilainya, juga tidak “membuktikan” sifat mutlak kesadaran moral. Etika fenomenologi hanya menjelaskan, menunjukkan adanya unsur-unsur itu dalam kesadaran moral

  • Etika normatif : berbicara mengenai pelbagai norma yang menuntun tingkah laku manusia
  • Metaetika : hakikat keadilan, hakikat ketidakadilan, bahkan hakikat kebaikan dan keburukan, kerap kali pertanyaan seperti ini tidak bisa dijawab secara memuaskan.


Etika umum : prinsip-prinsip dasar yang beraku bagi segenap tindakan manusia
Etika khusus/terapan : menerapkan prinsip-prinsip dasar pada setiap bidang kehidupan manusia

  • Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
  •  Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

Profesi  :  Pekerjaan yg mengandalkan ketrampilan dan keahlian khusus sebagai sumber utama nafkah hidup dg keterlibatan pribadi yg mendalam dalam menekuninya

ETIKA PROFESI

Etika Profesi  : Etika sosial yg menyangkut hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna profesi tersebut

Ciri ciri etika profesi :
·         Adanya pengetahuan khusus : Biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
·         Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi : Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
·         Mengabdi pada kepentingan masyarakat : setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
·         Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi : Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untukmenjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
·         Menjadi anggota dari suatu profesi.
Prinsip prinsip etika profesi :
·         Tanggung jawab : Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya. Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
·         Keadilan: Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
·         Otonomi ; Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.


KODE ETIK
Kode etik : norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.

Tujuan kode etik :
·         Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
·         Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
·         Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
·         Untuk meningkatkan mutu profesi.
·         Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
·         Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
·         Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
·         Menentukan baku standarnya sendiri.

Selasa, 23 September 2014

[TUGAS HARIAN] 22 September 2014 : Silogisme dan Kesesatan



SILOGISME

  • suatu simpulan dimana dari dua putusan (premis2) disimpulkan suatu putusan yg baru 
  • bila premis benar, maka simpulannya benar
  • ada 2 macam silogisme : silogisme katerogris dan silogisme hipotesis

silogisme kategoris  : silogisme yg premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
  • Silogisme kategoris tunggal : mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M
  • silogisme kategoris majemuk : bentuk silogisme yg premis2nya sangat lengkap, lebih dr tiga premis
Epicherema:
  • silogisme yg salah satu/kedua premisnya disertai alasan
Semua arloji bermutu adalah arloji mahal, krn sukar pembuatannya. Arloji Mido itu adalah arloji baik, krn selalu tepat dan awet.Jadi, arloji Mido adalah arloji mahal.

Enthymema:

  •   silogisme yg dlm penalarannya tdk mengemukakan semua premis scr eksplisit.
silogisme yg disingkat :
  • Salah satu premis/simpulannya dilampaui
Jiwa manusia adalah rohani. Jadi, tddk akan mati (versi singkat).
Versi lengkap: Yg rohani itu tdk akan dpt mati.Jiwa manusia adalah rohani.Maka, jiwa manusia tdk akan dpt mati.

Polisilogisme:
  •   deretan silogisme dimana simpulan silogisme yg satu menjadi premis utk silogisme yg lainnya
Seseorg yg menginginkan lebih dr yg dimiliki, merasa tdk puas. Seorg yg rakus adalah seseorg yg menginginkan lebih dr yg dimiliki. Jadi, seorg yg rakus merasa tdk puas.

Seorg yg kikir merasa tdk puas. Budi adalah seorg yg kikir. Jadi, Budi merasa tidak puas.

 Sorites:
  • silogisme yg premisnya lebih dr dua
Org yg tdk mengendalikan keinginannya, menginginkan seribu satu barang.
Org yg menginginkan seribu satu barang, banyak sekali kebutuhannya. Org yg banyak sekali kebutuhannya, tdk tenteram hatinya. Jadi org yg tdk mengendalikan keinginannya, tdk tenteram hatinnya.




KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)
  • kesalahan pemikiran dlm logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan krn penalaran yg tdk sehat
  •  Kesesatan formal: pelanggaran tdhp kaidah logika
  •   Kesesatan informal: menyangkut kesesatan dlm bahasa. Contoh :
o   Penempatan kata depan yg keliru: Antara hewan dan manusia memiliki perbedaan
o   Mengacau posisi subjek atau predikat: Karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu.
o   Ungkapan yg keliru: Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu.
o   Amfiboli: sesat krn struktur kalimat bercabang.
Mis. Anto Anak Bu Lasma yang hilang ingatan lari dari rumah
o   Kesesatan aksen/prosodi: sesat krn penekanan yg salah dlm pembicaraan.
Mis. Ada aturan ‘Anda tdk boleh ganggu anak tetangga’
o   Kesesatan bentuk pembicaraan:sesat krn org menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain.
Mis. Berpakaian artinya memakai pakaian. Bersepeda artinya memakai sepeda. Maka, beristeri artinya memakai isteri.
o   Kesesatan aksiden: yg aksidental dikacaukan dg hal yang hakiki.
Mis. Sawo matang adalah warna. Org Indonesia itu sawo matang. Maka, Org Indonesia itu adalah warna
o   Kesesatan krn alasan yg salah: Konklusi ditarik dr premis yg tak relevan.

·    KESESATAN PRESUMSI
o   Generalisasi tergesa-gesa: Orang Padang pandai memasak.
o   Non sequitur (belum tentu): Memang saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu saya berdebat dg dosen tsb.
o   Analogi palsu : Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dg membelai kepalanya dan memberi banyak makan.
o   Penalaran melingkar (petitio principii): Manusia merdeka krn ia bertanggungjawab dan ia bertanggungjawab krn ia merdeka.
o   Deduksi cacat: Barangsiapa sering memberi sumbangan, maka dia pasti org baik. Andi pasti orang baik.
o   Pikiran simplistis: Karena ia tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral

MENGHINDARI PERSOALAN
  • Argumentum ad hominem:Jangan percaya omongannya krn ia bekas narapidana.
  • Argumentum ad populum:Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem adalah partai masa depan kita.
  • Argumentum ad misericordiam:Seorg terdakwa meminta keringanan hukuman krn mengaku punya banyak tanggungan.
  • Argumentum ad baculum:Karena beda pendapat, suka meneror org lain.
  • Argumentum ad auctoritatem:Mengutip pendapat Freud mengenai psikoanalisa.
  • Argumentum ad ignorantiam:Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
  • Argumen utk keuntungan seseorang:Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.
  • Non causa pro causa:Org sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sbg penyebabnya.
KESESATAN RETORIS
  • Eufemisme/disfemisme: Pembangkang yg dianggap benar disebut reformator. Bila tdk disenangai maka disebut anggota pemberontak.
  • Penjelasan retorik: Dia tidak lulus krn tidak teliti mengerjakan  soal.
  • Stereotipe: Orang Jawa penyabar. Orang Batak suka menyanyi.
  • Innuendo: Sy tdk mengatakan makanan tdk enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
  • Loading question: Apakah Anda masih tetap merokok?
  • Weaseler: Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
  • Downplay: Jangan anggap serius omongannya krn dia hanya buruh bangunan.
  • Lelucon/sindiran:
  • Hiperbola: membesarbesarkan.
  • Pengandaian bukti:studi menunjukkan.
  • Dilema semu: Tamu yg menolak kopi, langsung disuguhi sirup.

About the Team

Hellooo

Hari ini saya akan membahas mengenai anggota anggota kelompok saya,
kelompok saya terdiri dari 8 orang yang sangat luar biasa,

it is the first team from all, we call it as BBB (Belajar Berfilsafat Bersama)

mereka merupakan orang orang yang kritis, dan saya banyak belajar dari mereka
saya sangat mensyukuri karena diberikan tugas berkelompok seperti ini
and now, let's meet the team 

Hosea Gunawan              : hoseafilsafat.blogspot.com
Herma Febriani               : hermafebriani.blogpsot.com
Jesika Juliana                  : jescooll.blogspot.com
Miranita Hapsari             : miranitahapsaripsi.blogspot.com
Ingrid hartanto                : ingridhartantopsi.blogspot.com
Stefanny sutardja            : stefanny705140001.blogspot.com
Kalyana Mitta                 : me-dailyjournal.blogspot.com
Ridho Septadi                 : ridhoseptadi.blogspot.com

Jangan lupa mampir-mampir juga ke blog mereka dan tinggalkan komen yang bermanfaat :)