Kasus 1 : Pilkada
langsung atau tidak langsung?
Menurut saya pribadi, pilkada sabaiknya dilakukan secara
langsung
Pendekatan :
·
Pendekatan empiris :
o
Kebenaran diperoleh melalui pengalaman
o
Banyak anggota DPR yang sering bertindak
seenaknya tanpa memikirkan rakyat, banyak diantara mereka yang memikirkan uang
ketika mengambil keputusan, asalkan seseorang telah menyuap salah satu anggota
dewan, maka orang tersebut bisa di perjuangkan untuk mendapat tempat di
pemerintahan. Oleh karena itu, pilkada secara tidak langsung memungkinkan
terjadinya kecurangan melalui para anggota dewan.
·
Pendekatan Rasionalisme :
o
Kebenaran diperoleh berdasarkan akal
o
Apabila banyak anggota dewan yang disuap, maka
suara dari dewan pun juga akan terpengaruh
·
Pendekatan Fenomenalisme :
o
Kebenaran berasal dari pengalaman pengalaman, juga ditambah
dengan akal
o
Dari pengalaman bahwa banyak kecurangan yang
terjadi pada parlemen, dan juga fakta bahwa apabila banyak anggota dewan yang
disuap, maka suara dari dewan pun juga akan terpengaruh, maka, pilkada sebaiknya
dilakukan secara langsung.
Sifat kebenaran :
·
Secara kritis :
o
Menguji prosesnya
o
Apabila pilkada dilakukan scara tidak langsung,
rakyat akan merasa bahwa hak pilih mereka telah direnggut dari mereka.
·
Scara normatif :
o
Sesuai tolak ukur
o
Pilkada langsung telah di atur dalam
Undang-Undang
·
Scara evaluatif :
o
Apabila teori tersebut bisa bertahan ketika
diserang teori lain yang berlainan, apakah teori tersebut dapat bertahan?
o
Banyak yg mengatakan bahwa pilkada scra tidak
langung itu akan lebih baik karena lebih menghemat baiaya, tetapi, mengeluarkan
sedikit uang tidak akan menjadi masalah untuk menyalurkan hak rakyat.
Subjek Kebenaran :
•
Teori kebenaran korespondensi :
o
subjek dan objek sesuai kebenaran
o
menurut saya, kinerja DPR belum cukup baik dalam
banyak bidang
•
Teori keebenaran koherensi :
o
ada pendapat dari beberapa subjek
o
sebagian besar rakyat dan bahkan para kepala daerah
sendiri pun menolak dengan adanya pemilihan tidak langsung.
•
Teori kebenaran pragmatik :
o
ada kegunaannya untuk kehidupan sehari hari
o
rakyat memiliki kebebasan untuk memilih dan dengan
adanya Pilkada langsung rakyat dapat berpartisipasi dalam kegiatan politik
•
Teori kebenaran konsensus :
o
Ada pendapat dari beberapa subjek dan ada
alasannya
o
Pilkada langsung ini telah disepakati bersama
oleh pemerintah maupun rakyat semenjak Pilkada langsung pertama kali
dilaksanakan
•
Teori kebenaran semantik :
o
orang tau dengan tepat
o
Di UU pasal 1 ayat 2 tertulis bahwa kedaulatan
berada ditangan Rakyat.
Kesimpulan :
Berdasarkan analisis tersebut, maka saya mendukung pemilihan
secara langung dari rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar