Kasus 2 : Pergaulan
bebas
Saya tidak menyetujui pergaulan bebas
Pendekatan :
·
Pendekatan empiris :
o
Kebenaran diperoleh melalui pengalaman
o
Banyak remaja yang telah mengalami kerugian dari
pergaulan bebas, seperti hamil di luar nikah, terjerat dalam narkoba, dan
terlibat kekerasan antar siswa (tawuran)
·
Pendekatan Rasionalisme :
o
Kebenaran diperoleh berdasarkan akal
o
Ketika seorang anak tidak mendapatkan perhatian
yang cukup dari orang tua, anak tersebut akan mencai perhatian di dunia luar,
sedangkan dunia luar berisi banyak orang yang tidak baik. Ketika mereka membuat
anak tersebut diperhatikan, anak akan merasa betah dengan mereka dan tidak
menutup kemungkinan bahwa anak itu akan mengikuti orang orang tesebut ketika
berperilaku.
·
Pendekatan Fenomenalisme :
o
Kebenaran berasal dari pengalaman pengalaman, juga ditambah
dengan akal
o
Ketika anak tersebut berada di poisisi dimana ia
merasa nyaman dengan dunia luar, ia akan mudah mengikuti arus yanga ada di
luar, dan itu bisa membahayakan bagi mereka dan keluarga mereka karena
pandangan masyarakat yang telah memberikan stigma negatif, juga beban dari
dalam diri sendiri.
Sifat kebenaran :
•
Secara kritis ;
o
Menguji prosesnya
o
Ketika seorang anak tidak mendapatkan perhatian
yang cukup dari orang tua, anak tersebut akan mencai perhatian di dunia luar,
sedangkan dunia luar berisi banyak orang yang tidak baik. Ketika mereka membuat
anak tersebut diperhatikan, anak akan merasa betah dengan mereka dan tidak
menutup kemungkinan bahwa anak itu akan mengikuti orang orang tesebut ketika
berperilaku.
•
Secara normatif:
o
Sesuai dengan tolak ukur
o
Norma masyarakat pun tidak menyetujui akan
adanya pergaulan bebas, terbukti dengan ketika seseorang ketahuan terlibat
dalam pergaulan bebas, masyarakat akan cenderung menjauhi dan mencemoohnya.
Meskipun ini berbeda di tiap budaya masyarakat.
•
Secara evaluatif :
o
Apabila teori tersebut bisa bertahan ketika
diserang teori lain yang berlainan, apakah teori tersebut dapat bertahan?
o
Ada beberapa pihak yang menyetujui pergaulan
bebas karena :
§
Di budaya barat, masyarakat menyetujui pergaulan
bebas : Tetapi tidak dengan budaya timur
§
Setiap perbuatan selalu diikuti dengan
konsekuensi : Oleh karena itu, dengan menghindari konsekuensi yang buruk, kita
harus menjauhi berbuatan yang buruk
Subjek kebenaran :
•
Teori kebenaran korespondensi :
o
subjek dan objek sesuai kebenaran
o
Konsekuensi dari pergaulan bebas itu sangatlah
buruk, oleh karena itu, jauhilah pergaulan bebas
•
Teori keebenaran koherensi :
o
ada pendapat dari beberapa subjek
o
sebagian besar masyarakat tidak menyetujui
pergaulan bebas, terlhat dari reaksi masyarakat ketika melihat ada orang yang
terlibat pergaulan bebas, mereka akan cenderung menjauhi dan menolak.
•
Teori kebenaran pragmatik :
o
ada kegunaannya untuk kehidupan sehari hari
o
Oleh karena konsekuensi yang diberikan
masyarakat, maupun beban dari dalam diri sendiri, kita harus menjauhi pergaulan
bebas, agar hidup kita menjadi lebih bahagia.
•
Teori kebenaran konsensus :
o
Ada pendapat dari beberapa subjek dan ada
alasannya
o
sebagian besar masyarakat tidak menyetujui
pergaulan bebas, karena mereka takut apabila mereka berteman dekat dengan orang
yang terlibat dengan pergaulan bebas, mungkin anak mereka akan tertular sifat dari orang tersebut.
•
Teori kebenaran semantik :
o
orang tau dengan tepat
o
Pada dasarnya semua orang sudah tau konsekuensi
dari pergaulan bebas, tetapi, ketika orang tersebut merasa nyaman dengan
kondisinya, mereka akan merasa baik baik saja, meskipun tidak dengan reaksi
sekitar mereka.
Mantapp :)
BalasHapusJeju nice blog :D isinya lengkap,singkat,dan jelas. Aku kasih nilai 85
BalasHapus