LOGIKA
- Logika dari bahasa Yunani , yaitu logikos berarti: sesuatu yg diungkapkan/diutarakan lewat bahasa.
- cabang filsafat yg mempelajari, menyusun, dan membahas asas2/aturan formal serta kriteria yg sahih bagi penalaran dan penyimpulan utk mencapai kebenaran yg dpt dipertanggungjawabkan scr rasional
- Logika dapat membuat konlusi menjadi bagus dan bisa dipertanggung jawabkan
- Logika merupakan filsafat praktis karena dapat dipakai dalam kehidupan sehari hari
Objek logika
- Materil :
- objek logika adalah manusia itu sendiri
- yang penting logika tersebut sesuai dengan fakta, tidak peduli apabila premisnya salah
- formal :
- objek logika adalah akal budi
- logika minor
- yang penting bentuknya benar
Manfaat belajar logika :
- Membantu setiap orang untuk mampu berpikir kritis, rasional, metodi
- Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar scr abstrak
- Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri.
- Menambah kecerdasan berpikir, shg bs menghindari kesesatan dan kekeliruan dlm menarik kesimpulan
Sejarah logika
- pertama sekali digunakan oleh Zeno dg aliran stoisismenya,
- yang menggunakan logika sebagai ilmu adalah Aristoteles. Kendati istilah yg digunakan adalah analitika, tp dialah yg pertama sekali meneliti berbagai argumentasi yg berangkat dr proposisi yg benar.
- Prinsip logika tradisional yg dikembangkan Aristoteles tetap menjadi prinsip2 logika modern.
LOGIKA DEDUKTIF
- silogismelah yang menjadi medium pengungkapkan penalaran deduktif
- silogisme dapat dipahami sebagai suatu jenis penarikan kesimpulan yang didasarkan pada premis-premis yang sudah diketahui.
- Premis-premis dari suatu argumentasi deduktif yang tepat berisi semua bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan kebenaran suatu kesimpulan. Artinya, jika premis-premis benar, maka kesimpulan juga harus benar.
Ciri ciri silogime :
- Semua pernyataannya (proposisi) adalah proposisi kategoris.
- Terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan.
- Dua premis dan satu kesimpulan secara bersama-sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing-masing trem tampak di dalam dua dari tiga proposisi
LOGIKA INDUKTIF
- atas dasar fenomena, fakta atau data tertentu dirumuskan dalam proposisi tunggal tertentu, ditarik kesimpulan yang dianggal sebagai benar dan berlaku umum
- pihak penalaran induksi memiliki persamaan dengan deduksi, yaitu kedua-duanya mendasari argumentasi-argumentasinya dari premis-premis yang mendukung kesimpulan.
- Perbedaan mendasarnya, argumentasi dalam penalaran induksi yang tepat akan mempunyai premis-premis yang benar, namun kesimpulannya dapat salah. Karena terdapat argumen yang menyebabkan kesimpulannya salah
Ciri Penalaran
induksi
- Premis-premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris yang berhubungan langsung dengan observasi indera
- Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas dari pada apa yang dinyatakan di dalam premis-premisnya
- kesimpulan induksi itu memiliki kredibilitas rasional yang disebut probabilitas.
Generalisasi induktif
Proses induksi dapat dibedakan menjadi ;
- generasilasi induksi:
o
bentuk penalaran yang bertitik tolak dari
hal-hal yang bersifat khusus atau premis ditarik kesimpulan yang bersifat umum
o
Syarat generalisasi :
§
Generasilasi tidak terbatas secara tidak boleh
terikat pada jumlah tertentu.
§
Generalisasi tidak boleh terbatas dalam ruang
dan waktu. Jadi berlaku di mana saja dan kapan saja.
§
Generalisasi harus dapat dijadikan dasar
pengandaian
- analogi induktif :
o
suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan
tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lainnya yang memiliki
sifat-sifat esensial yang sama
o
persamaan yang dipakai sebagai dasar kesimpulan
sungguh-sungguh merupakan ciri-ciri esensial yang berhubungan erat dengan
kesimpulan yang dikemukakan.
- hubungan sebab akibat.
o
suatu pristiwa disebabkan oleh sesuatu
o
Hubungan sebab akibat antara peristiwa-peristiwa
dapat terjadi dalam tiga pola, yaitu:
§
Pola dari sebab ke akibat
§
Pola dari akibat ke sebab
§
Pola dari akibat ke akibat.
Faktor probabilitas :
- Probabilitas adalah keadaan pengetahuan antara kepastian dan kemungkinan.
- Tinggi rendahnya probabilitas kesimpulan induktif dipengaruhi beberapa faktor, di antara :
o
faktor fakta : semakin besar jumlah fakta yang
dijadikan dasar penalaran induktif, akan semakin tinggi pula probabilitas
konklusinya, dan sebaliknya
o
faktor analogi : Semakin besar jumlah faktor
analogi di dalam premis, akan semakin rendah probabilitas konklusinya dan
sebaliknya. Yang dimaksud dalam hal ini adalah faktor kesamaan
o
faktor
disanalogi : semkian besar faktor disanologi di dalam premis, akan semakin
tinggi probabilitas konklusinya dan sebaliknya
o
faktor
luas konklusi: Semakin luas konklusinya, semakin rendah probabilitasnya dan
sebaliknya
Kesesatan
generaslisasi dan analogi
- Ketidaksesuaian dengan kaidah-kaidah penelaran akan membuat dan membawa manusia mengalamai kesesatan (fallacy)
- Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif, yaitu:
o
Faktor Tergesa-gesa : cepat menarik kesimpulan
dari beberapa fakta
o
Faktor ceroboh : cepat tarik kesimpulan tanpa
memperhatikan soal kondisi lingkungan
o
Faktor prasangka : memberi penilaian tanpa
melihat fakta lain yg tdk cocok
Jejuuuu blognyaa baguss :) ga kebanyakan tulisan jadi org ga bosen bacanyaaa :) 87 deh buat jejuuu
BalasHapuspostingan kmu lengkap jeju, terus warna background nya juga menarik dan bikin tenang, aku kasi kamu nilai 85 :DD keep posting jejuuu
BalasHapus