SILOGISME
- suatu simpulan dimana dari dua putusan (premis2) disimpulkan suatu putusan yg baru
- bila premis benar, maka simpulannya benar
- ada 2 macam silogisme : silogisme katerogris dan silogisme hipotesis
silogisme kategoris : silogisme yg premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
- Silogisme kategoris tunggal : mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M
- silogisme kategoris majemuk : bentuk silogisme yg premis2nya sangat lengkap, lebih dr tiga premis
- silogisme yg salah satu/kedua premisnya disertai alasan
Enthymema:
- silogisme yg dlm penalarannya tdk mengemukakan semua premis scr eksplisit.
- Salah satu premis/simpulannya dilampaui
Versi lengkap: Yg rohani itu tdk akan dpt mati.Jiwa manusia adalah rohani.Maka, jiwa manusia tdk akan dpt mati.
Polisilogisme:
-
deretan silogisme dimana simpulan silogisme yg
satu menjadi premis utk silogisme yg lainnya
Seorg yg kikir merasa tdk puas. Budi adalah seorg yg kikir. Jadi, Budi merasa tidak puas.
Sorites:
- silogisme yg premisnya lebih dr dua
Org yg menginginkan seribu satu barang, banyak sekali kebutuhannya. Org yg banyak sekali kebutuhannya, tdk tenteram hatinya. Jadi org yg tdk mengendalikan keinginannya, tdk tenteram hatinnya.
KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)
- kesalahan pemikiran dlm logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan krn penalaran yg tdk sehat
- Kesesatan formal: pelanggaran tdhp kaidah logika
- Kesesatan informal: menyangkut kesesatan dlm bahasa. Contoh :
o
Penempatan kata depan yg keliru: Antara hewan dan manusia
memiliki perbedaan
o
Mengacau posisi subjek atau predikat: Karena tidak mengerjakan
PR, guru menghukum anak itu.
o
Ungkapan yg keliru: Pencuri kawakan itu berhasil diringkus
polisi minggu yang lalu.
o
Amfiboli: sesat krn struktur kalimat bercabang.
Mis. Anto Anak Bu Lasma yang hilang ingatan lari dari rumah
o
Kesesatan aksen/prosodi: sesat krn penekanan yg salah dlm
pembicaraan.
Mis. Ada aturan ‘Anda tdk boleh ganggu anak tetangga’
o
Kesesatan bentuk pembicaraan:sesat krn org menyimpulkan kesamaan
konstruksi juga berlaku bagi yang lain.
Mis. Berpakaian artinya memakai pakaian. Bersepeda artinya memakai
sepeda. Maka, beristeri artinya memakai isteri.
o
Kesesatan aksiden: yg aksidental dikacaukan dg hal yang hakiki.
Mis. Sawo matang adalah warna. Org Indonesia itu sawo matang. Maka, Org
Indonesia itu adalah warna
o
Kesesatan krn alasan yg salah: Konklusi ditarik dr premis yg tak
relevan.
· KESESATAN PRESUMSI
o
Generalisasi
tergesa-gesa: Orang Padang pandai memasak.
o
Non
sequitur (belum tentu): Memang saya tidak lulus karena beberapa hari
yang lalu saya berdebat dg dosen tsb.
o
Analogi
palsu : Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dg
membelai kepalanya dan memberi banyak makan.
o
Penalaran
melingkar (petitio principii): Manusia merdeka krn ia bertanggungjawab
dan ia bertanggungjawab krn ia merdeka.
o
Deduksi
cacat: Barangsiapa sering memberi sumbangan, maka dia pasti org baik.
Andi pasti orang baik.
o
Pikiran
simplistis: Karena ia tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral
MENGHINDARI PERSOALAN
- Argumentum ad hominem:Jangan percaya omongannya krn ia bekas narapidana.
- Argumentum ad populum:Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem adalah partai masa depan kita.
- Argumentum ad misericordiam:Seorg terdakwa meminta keringanan hukuman krn mengaku punya banyak tanggungan.
- Argumentum ad baculum:Karena beda pendapat, suka meneror org lain.
- Argumentum ad auctoritatem:Mengutip pendapat Freud mengenai psikoanalisa.
- Argumentum ad ignorantiam:Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
- Argumen utk keuntungan seseorang:Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.
- Non causa pro causa:Org sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sbg penyebabnya.
KESESATAN RETORIS
- Eufemisme/disfemisme: Pembangkang yg dianggap benar disebut reformator. Bila tdk disenangai maka disebut anggota pemberontak.
- Penjelasan retorik: Dia tidak lulus krn tidak teliti mengerjakan soal.
- Stereotipe: Orang Jawa penyabar. Orang Batak suka menyanyi.
- Innuendo: Sy tdk mengatakan makanan tdk enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
- Loading question: Apakah Anda masih tetap merokok?
- Weaseler: Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
- Downplay: Jangan anggap serius omongannya krn dia hanya buruh bangunan.
- Lelucon/sindiran:
- Hiperbola: membesarbesarkan.
- Pengandaian bukti:studi menunjukkan.
- Dilema semu: Tamu yg menolak kopi, langsung disuguhi sirup.
Blognya bagus banget jee, nilainya 89 yaa. Pertahankann!!
BalasHapusnice blog jejuu, gw kasih 88 yaa :))
BalasHapusblognya lengkap dan point-point pentingnya d kasih tanda jadi mudah bacanya 89 deh buat jeju :D
BalasHapussuka banget sama isi blognya, menarik dan enak di baca
BalasHapus90 ya buat kamu hehe
baguss jeju blognyaa ... 88 yaa buatt kamuu .. jangaan lupa mainn k blog kuu yaa :)
BalasHapus